Archive for » July, 2009 «

Berbagi Akses Internet

Mac memungkinkan kita melakukan sharing atas akses Internet. Ini dibutuhkan misalnya saat kita harus bekerja beramai2 di sebuah tempat yang hanya memiliki satu akses ethernet tanpa hub; atau saat kita ingin berbagi akses ethernet ke satu atau beberapa perangkat mobile (termasuk iPhone dan iPod touch).

Settingnya pun mudah. Kita kunjungi System Preferences dan memilih Sharing di bawah Network dan Internet. Menunya seperti ini:

Sharing-01

Koneksi yang disharing dapat dipilih salah satu sesuai konfigurasi Mac kita: Bluetooth, Ethernet, Firewire, Airport. Sharing dapat dilakukan ke beberapa port yang bisa kita pilih: Ethernet, Firewire, Airport. Contoh di atas menunjukkan sharing dari Ethernet ke Airport saja. Atau contoh di bawah ini, sharing dari Modem USB HSDPA.

Sharing-01a

Jika kita melakukan sharing melalui Airport, kita dapat melakukan setting tambahan, misalnya menyetel identitas Airport serta memasang password.

Sharing-02

Selesai :) . Pada client (Mac, PC, iPhone, iPod, HP lain), kita dapat mulai menikmati akses Internet melalui Hotspot baru ini.

Sharing-03

Keuntungan lain, tentu, kita dapat juga memanfaatkan jaringan Airport ini (pun seandainya tanpa akses Internet) untuk membentuk koneksi WiFi lokal, semisal untuk fungsi-fungsi Remote.

Sharing dalam bentuk lain dapat juga dilakukan. Misalnya sharing Internet dari Airport ke Ethernet. Aneh? Mungkin. Tapi barangkali akan diperlukan :) . Khusus untuk kasus ini, ada hal lain yang harus dilakukan. Pada Network Preferences, kita harus mengubah urutan port network. Umumnya Ethernet memperoleh posisi lebih tinggi daripada Airport, sehingga Mac justru akan mencari akses Internet dari koneksi Ethernet, bukan Airport. Kita dapat mengubah urutan ini dengan drag dan drop seperti biasa.

Gagal Sinkronisasi: Mac vs MobileMe

Aku termasuk generasi pertama yang mencobai Mobile Me. Generasi sebelumnya menggunakan .Mac :) . Dan sejarah mencatat bahwa launching Mobile Me adalah salah satu bukti bahwa produk Apple tidak selalu sukses. Steve Jobs pun sempat marah besar. Maka saat account trial itu berakhir (kita namai saja account A), aku memutuskan tidak akan berpindah ke account berbayar. Bye.

Nah, waktu gadget-gadget Apple bertambah, aku merasa memerlukan Mobile Me. Jadi aku buat satu account trial lagi (sebut saja account B), sekedar melihat apakah Mobile Me sudah berjalan baik. OK, ternyata baik. Jadi aku putuskan … pakai account yang lama aja ah :) . Account A aktif lagi, pembayaran dilakukan, tapi … sinkronisasi gagal. “The sync failed because of an error. Try sync in again later. If problem continues, contact mobile me support,” katanya.

Setelah sekian kali coba, perburuan dilakukan di Google. Dari sekian cara, yang akhirnya berhasil adalah yang dipaparkan Eric Maier di Forum Diskusi Apple.

Setelah mengalami kegagalan yang sama, Eric membuka console log, dan menemukan ini:
Exception raised while attempting to start syncing: can't save object to /Users/[nama user]/Library/Application Support/SyncServices/Local/clientdata/0b1e938420001fb48bd1f805dba85b411524e968/ac73d752dfede6aaa8c7012e2c8b3af03fd4cc8d: Permission denied

Maka ia menuju ke folder “clientdata” dan menghapus seluruh isinya. Saat dilakukan sinkronisasi lagi, yang keluar bukan pesan error, tetapi permintaan melakukan reset. Reset dilakukan, dan kemudian segalanya normal.

Aku langsung mencoba cara Eric. Dan sejauh ini hasilnya bagus. Mudah2an tak ada efek sampingnya, haha :)

Category: Tips  Tags: ,  Leave a Comment

Mac BuddyPress

Pada site buddypress.org, Andy Peatling memaparkan tutorial menginstalasi BuddyPress pada Mac. Tutorial dalam bentuk video ini sangat lengkap. Di dalamnya, ditampilkan langkah rinci sejak kita mendownload MAMP (suite web server: Mac, Apache, MySQL, PHP) dan menginstalasinya, kemudian menginstalasi WPMU, plugin BuddyPress, hingga databasenya. Sila ditampilkan pada mode HD on dan layar penuh.

BuddyPress sendiri pernah aku perkenalkan di blog lain di Spasi. Namun tutorial Andy Peatling ini juga penting bagi mereka yang tidak memiliki minat menginstalasi BuddyPress sendiri; tetapi berkeinginan memanfaatkan MAMP untuk berbagai engine lainnya (semisal: WordPress, Laconica, Gelato, MediaWiki, Drupal, Joomla, atau CMS lainnya).

Desktop Screensaver

Feature yang ini menarik, biarpun tak terlalu berguna: menjadikan screensaver sebagai background desktop. Pun sebaiknya tak digunakan permanen, karena cukup menghabiskan resource yang bisa digunakan untuk hal lain yang lebih produktif.

Caranya, singkat saja: ke Terminal, dan ketikkan:

/System/Library/Frameworks/ScreenSaver.framework/Resources/ScreenSaverEngine.app/Contents/MacOS/ScreenSaverEngine -background

Aku coba dengan screensaver Cosmos. Hasilnya mengesankan juga :) .

Cara mematikannya, dari jendela Terminal yang sama (jangan ditutup ya), tekan Ctrl-C.

Category: Tips  Tags: ,  Leave a Comment

Screen Capture

Screen capture di Mac? Bukan soal asing. Tapi kombinasi beberapa tombol ini membuat kita kadang harus mengingat kembali. Berikut beberapa hal untuk jadi pengingat :)

  • Untuk menangkap seluruh layar, tekan Command-Shift-3. Layar akan tersimpan sebagai file PNG di desktop.
  • Untuk menangkap sebagian layar, tekan Command-Shift-4. Kursor silang akan tampak, memberi kesempatan memilih bidang yang akan ditangkap.
  • Untuk menangkap sebuah jendela, tekan Command-Shift-4. Setelah itu tekan spasi. Kursor akan berubah menjadi gambar kamera. Kita bisa memilih jendela yang akan ditangkap, lalu klik di atasnya.
  • Untuk semua perintah di atas, penambahan tombol Control akan membuat gambar tersimpan di clipboard, bukan sebagai file.

Sebal melihat Desktop jadi penuh? Tentu saja :) . Kita harus menyuruh di Mac menyimpan file tangkapan gambar ke direktori lain. Caranya, masuk ke Terminal, lalu ketikkan perintah:

  • defaults write com.apple.screencapture location /Nama/Folder/Secara/Lengkap

Ingat bahwa folder dengan nama seperti yang disebutkan sudah harus kita buat dulu sebelumnya.
Buat yang jarang menggunakan, Terminal ada di Applications | Utilities.

Trik lain adalah dengan menggunakan Preview. Alih-alih menyimpan hasil tangkapan sebagai file, kita dapat menyimpan hasil tangkapan di Clipboard (dengan tambahan tombol Ctrl). Lalu kita membuka Preview, dan memilih menu New From Clipboard, dan langsung Save. Sekarang kita dapat memilih di mana dan sebagai apa kita menyimpan gamabr hasil tangkapan.

Capture

Grab

Cara lain melakukan penangkapan adalah dengan menggunakan program Grab. Ini juga terletak di Applications | Utilities. Grab mampu menangkap kursor pada layar. Tapi ini harus kita setel dulu di menu Preference. Untuk menangkap layar, kita harus memilih salah satu submenu di bawah menu Capture pada Grab: Selection, Windows, Screen, atau Timed Screen. Selanjutnya dapat diikuti secara intuitif, haha :) .

iPhone

Dan untuk menangkap layar pada iPhone 3G, kita harus menekan secara bersamaan dan singkat: tombol Home dan tombol Sleep. Singkat dan bersamaan. Jika berhasil, akan terdengar bunyi klik seperti saat kita memicu kamera, lalu layar berkedip; dan tangkapan layar bisa dilihat di Photos di bawah Camera Roll. Contohnya ada di samping ini.

Category: Tips  Tags:  3 Comments