Archive for » 2009 «

Membuat Ring Tone iPhone

Sekilas tampaknya Apple tak memberikan cara yang mudah (dan gratis) bagi kita untuk menggunakan musik milik kita sendiri (di komputer kita sendiri) sebagai nada dering di iPhone. Tetapi Jennifer Lingenfelter menggambarkan caranya. Lucunya, Jennifer menceritakannya bukan di blognya sendiri, melainkan hanya sebagai komentar di blog lain. Sumbernya, kata Jennifer, adalah dari suatu tempat di Internet yang ia sendiri sudah lupa.

OK, jadi begini caranya:

  1. Di Mac, Masuk ke iTunes
  2. Pilih musik yang kita sukai. Pilih dan catat selang waktu untuk ring tone (menit & detik, awal & akhir)
  3. Pilih menu File | Get Info | Options. Masukkan selang waktu yang kita pilih tadi.
  4. Pilih menu iTunes | Preferences | General Settings. Klik pada “Import Settings” dan set pada “Import using AAC Encoder”
  5. Kembali ke musik. Klik menu Advanced | Create AAC Version. iTunes akan menciptakan salinan dari musik yang kita pilih. Namun file baru ini seharusnya lebih kecil, sesuai selang waktu yang kita pilih.
  6. Pilih menu File | Show in Finder.
  7. Kita akan dibawa ke Finder, pada sebuah file dengan ekstensi .m4a.
  8. Ubah nama file pada bagian ekstensi. Ganti “.m4a” menjadi “.m4r” — dan pilih m4r waktu Mac meminta konfirmasi.
  9. Kembali ke layar iTunes. Drag file musik yang baru ini ke Desktop. Akan tercipta file baru di desktop: inilah ring tone kita.
  10. Hapus file musik yang baru di iTunes. Ingat, jangan hapus file yang asli semula.
  11. Ke desktop, klik pada file ring tone baru. Ia akan terbuka pada iTunes, tetapi kali ini pada bagian Ringtones.
  12. Lakukan sinkronisasi ke iPhone

Yuk dicoba.

Category: Tips, iPhone  Tags: , ,  One Comment

Berbagi Akses Internet

Mac memungkinkan kita melakukan sharing atas akses Internet. Ini dibutuhkan misalnya saat kita harus bekerja beramai2 di sebuah tempat yang hanya memiliki satu akses ethernet tanpa hub; atau saat kita ingin berbagi akses ethernet ke satu atau beberapa perangkat mobile (termasuk iPhone dan iPod touch).

Settingnya pun mudah. Kita kunjungi System Preferences dan memilih Sharing di bawah Network dan Internet. Menunya seperti ini:

Sharing-01

Koneksi yang disharing dapat dipilih salah satu sesuai konfigurasi Mac kita: Bluetooth, Ethernet, Firewire, Airport. Sharing dapat dilakukan ke beberapa port yang bisa kita pilih: Ethernet, Firewire, Airport. Contoh di atas menunjukkan sharing dari Ethernet ke Airport saja. Atau contoh di bawah ini, sharing dari Modem USB HSDPA.

Sharing-01a

Jika kita melakukan sharing melalui Airport, kita dapat melakukan setting tambahan, misalnya menyetel identitas Airport serta memasang password.

Sharing-02

Selesai :) . Pada client (Mac, PC, iPhone, iPod, HP lain), kita dapat mulai menikmati akses Internet melalui Hotspot baru ini.

Sharing-03

Keuntungan lain, tentu, kita dapat juga memanfaatkan jaringan Airport ini (pun seandainya tanpa akses Internet) untuk membentuk koneksi WiFi lokal, semisal untuk fungsi-fungsi Remote.

Sharing dalam bentuk lain dapat juga dilakukan. Misalnya sharing Internet dari Airport ke Ethernet. Aneh? Mungkin. Tapi barangkali akan diperlukan :) . Khusus untuk kasus ini, ada hal lain yang harus dilakukan. Pada Network Preferences, kita harus mengubah urutan port network. Umumnya Ethernet memperoleh posisi lebih tinggi daripada Airport, sehingga Mac justru akan mencari akses Internet dari koneksi Ethernet, bukan Airport. Kita dapat mengubah urutan ini dengan drag dan drop seperti biasa.

Gagal Sinkronisasi: Mac vs MobileMe

Aku termasuk generasi pertama yang mencobai Mobile Me. Generasi sebelumnya menggunakan .Mac :) . Dan sejarah mencatat bahwa launching Mobile Me adalah salah satu bukti bahwa produk Apple tidak selalu sukses. Steve Jobs pun sempat marah besar. Maka saat account trial itu berakhir (kita namai saja account A), aku memutuskan tidak akan berpindah ke account berbayar. Bye.

Nah, waktu gadget-gadget Apple bertambah, aku merasa memerlukan Mobile Me. Jadi aku buat satu account trial lagi (sebut saja account B), sekedar melihat apakah Mobile Me sudah berjalan baik. OK, ternyata baik. Jadi aku putuskan … pakai account yang lama aja ah :) . Account A aktif lagi, pembayaran dilakukan, tapi … sinkronisasi gagal. “The sync failed because of an error. Try sync in again later. If problem continues, contact mobile me support,” katanya.

Setelah sekian kali coba, perburuan dilakukan di Google. Dari sekian cara, yang akhirnya berhasil adalah yang dipaparkan Eric Maier di Forum Diskusi Apple.

Setelah mengalami kegagalan yang sama, Eric membuka console log, dan menemukan ini:
Exception raised while attempting to start syncing: can't save object to /Users/[nama user]/Library/Application Support/SyncServices/Local/clientdata/0b1e938420001fb48bd1f805dba85b411524e968/ac73d752dfede6aaa8c7012e2c8b3af03fd4cc8d: Permission denied

Maka ia menuju ke folder “clientdata” dan menghapus seluruh isinya. Saat dilakukan sinkronisasi lagi, yang keluar bukan pesan error, tetapi permintaan melakukan reset. Reset dilakukan, dan kemudian segalanya normal.

Aku langsung mencoba cara Eric. Dan sejauh ini hasilnya bagus. Mudah2an tak ada efek sampingnya, haha :)

Category: Tips  Tags: ,  Leave a Comment

Mac BuddyPress

Pada site buddypress.org, Andy Peatling memaparkan tutorial menginstalasi BuddyPress pada Mac. Tutorial dalam bentuk video ini sangat lengkap. Di dalamnya, ditampilkan langkah rinci sejak kita mendownload MAMP (suite web server: Mac, Apache, MySQL, PHP) dan menginstalasinya, kemudian menginstalasi WPMU, plugin BuddyPress, hingga databasenya. Sila ditampilkan pada mode HD on dan layar penuh.

BuddyPress sendiri pernah aku perkenalkan di blog lain di Spasi. Namun tutorial Andy Peatling ini juga penting bagi mereka yang tidak memiliki minat menginstalasi BuddyPress sendiri; tetapi berkeinginan memanfaatkan MAMP untuk berbagai engine lainnya (semisal: WordPress, Laconica, Gelato, MediaWiki, Drupal, Joomla, atau CMS lainnya).

Desktop Screensaver

Feature yang ini menarik, biarpun tak terlalu berguna: menjadikan screensaver sebagai background desktop. Pun sebaiknya tak digunakan permanen, karena cukup menghabiskan resource yang bisa digunakan untuk hal lain yang lebih produktif.

Caranya, singkat saja: ke Terminal, dan ketikkan:

/System/Library/Frameworks/ScreenSaver.framework/Resources/ScreenSaverEngine.app/Contents/MacOS/ScreenSaverEngine -background

Aku coba dengan screensaver Cosmos. Hasilnya mengesankan juga :) .

Cara mematikannya, dari jendela Terminal yang sama (jangan ditutup ya), tekan Ctrl-C.

Category: Tips  Tags: ,  Leave a Comment

Screen Capture

Screen capture di Mac? Bukan soal asing. Tapi kombinasi beberapa tombol ini membuat kita kadang harus mengingat kembali. Berikut beberapa hal untuk jadi pengingat :)

  • Untuk menangkap seluruh layar, tekan Command-Shift-3. Layar akan tersimpan sebagai file PNG di desktop.
  • Untuk menangkap sebagian layar, tekan Command-Shift-4. Kursor silang akan tampak, memberi kesempatan memilih bidang yang akan ditangkap.
  • Untuk menangkap sebuah jendela, tekan Command-Shift-4. Setelah itu tekan spasi. Kursor akan berubah menjadi gambar kamera. Kita bisa memilih jendela yang akan ditangkap, lalu klik di atasnya.
  • Untuk semua perintah di atas, penambahan tombol Control akan membuat gambar tersimpan di clipboard, bukan sebagai file.

Sebal melihat Desktop jadi penuh? Tentu saja :) . Kita harus menyuruh di Mac menyimpan file tangkapan gambar ke direktori lain. Caranya, masuk ke Terminal, lalu ketikkan perintah:

  • defaults write com.apple.screencapture location /Nama/Folder/Secara/Lengkap

Ingat bahwa folder dengan nama seperti yang disebutkan sudah harus kita buat dulu sebelumnya.
Buat yang jarang menggunakan, Terminal ada di Applications | Utilities.

Trik lain adalah dengan menggunakan Preview. Alih-alih menyimpan hasil tangkapan sebagai file, kita dapat menyimpan hasil tangkapan di Clipboard (dengan tambahan tombol Ctrl). Lalu kita membuka Preview, dan memilih menu New From Clipboard, dan langsung Save. Sekarang kita dapat memilih di mana dan sebagai apa kita menyimpan gamabr hasil tangkapan.

Capture

Grab

Cara lain melakukan penangkapan adalah dengan menggunakan program Grab. Ini juga terletak di Applications | Utilities. Grab mampu menangkap kursor pada layar. Tapi ini harus kita setel dulu di menu Preference. Untuk menangkap layar, kita harus memilih salah satu submenu di bawah menu Capture pada Grab: Selection, Windows, Screen, atau Timed Screen. Selanjutnya dapat diikuti secara intuitif, haha :) .

iPhone

Dan untuk menangkap layar pada iPhone 3G, kita harus menekan secara bersamaan dan singkat: tombol Home dan tombol Sleep. Singkat dan bersamaan. Jika berhasil, akan terdengar bunyi klik seperti saat kita memicu kamera, lalu layar berkedip; dan tangkapan layar bisa dilihat di Photos di bawah Camera Roll. Contohnya ada di samping ini.

Category: Tips  Tags:  3 Comments

Remote Contol iPhone

Ada beberapa keterbatasan yang menyulitkan iPhone difungsikan sebagai remote control bagi Mac, terutama bahwa iPhone tidak memiliki koneksi Bluetooth yang dapat leluasa digunakan (selain untuk headset dan speaker). Koneksi yang masih dapat digunakan adalah menggunakan WiFi.

Beberapa program remote disediakan di AppStore untuk berbagai fungsi. Aplikasi i-Clickr memfungsikan iPhone sebagai presenter Powerpoint, dan Remote menjadikan iPhone sebuah remote control iTunes (remote control yang kemahalan, haha). Program lain, WiFiControl, mampu mentransferkan dan mengelola file.

Dari ketiga aplikasi, Remote adalah yang paling gratis :) . iPhone dan Mac harus berada pada network yang sama. Kita harus menjalankan iTunes di Mac, kemudian menjalankan Remote di iPhone. Remote akan mencari iTunes, lalu akan menampilkan identitas iPhone di iTunes. Di iTunes kita harus memasukkan 4 digit yang tampil di layar Remote sebagai handshake. Sesederhana itu, dan kini Remote dapat mengambil kendali iTunes. Control ini bukan seperti remote control infrared yang dimiliki Mac. Pada layar akan tampil menu iTunes dimana kita dapat bebas memilih musik dan menjalankan fungsi2 seperti layaknya menggunakan iPod; bedanya musik jalan dari Mac bukan dari iPod/iPhone.

Remote-01 Remote-02

Untuk para presenter PowerPoint, program presenter i-Clickr adalah asrot yang luar biasa. Tentu syaratnya adalah bahwa di tempat presentasi kita ada koneksi WiFi yang dapat berhubungan baik dengan Mac maupun iPhone kita. i-Clickr mengharuskan kita menginstalasi i-Clikr-Mac di Mac, dan menjalankan i-Clickr di iPhone. i-Clickr-Mac gratis. i-Clickr memiliki dua versi: versi lite yang gratis (tetapi hanya bisa mempresentasikan tak lebih dari 19 halaman) dan versi penuh yang berharga $9.99.

Saat i-Clickr dijalankan, kita akan dikoneksikan menggunakan Bonjour ke Mac, atau diminta koneksi manual dengan memasukkan IP Mac yang berisi presentasi. Lalu akan terjadi jabat tangan. Kita kemudian mengambil file presentasi (PPT atau PPTX di Mac), dan image dari PowerPoint akan ditampilkan di iPhone. Ini yang membedakan i-Clickr dengan presenter lain. Kita akan bisa melihat halaman PowerPoint kita di layar iPhone. Kita juga bisa memilih untuk melihat halaman berikutnya (sebelum ditampilkan di layar utama), sehingga bisa melakukan prasiapan. Halaman contekan juga bisa disiapkan, kalau2 kita lupa apa yang mesti diucapkan saat sebuah gambar tergelar di layar. Fasilitas lain adalah timer untuk mengingatkan kita akan waktu presentasi, dan fasilitas menggelapkan layar.

Clickr-01 Clickr-02

Aplikasi ketiga, WiFiControl, tak terlalu menarik. Client disediakan gratis di AppStore. Tetapi kita harus membeli program server-nya untuk Mac. Ah, cara yang tak menarik :) .

Category: Tools  Tags: ,  One Comment